Faith

Jangan Berubah, Aku Mencintaimu Apa Adanya!

Minggu, Oktober 09, 2016

bad tempered

Sudah bertahun-tahun aku mudah naik pitam, gelisah, tertekan, egois.
Setiap orang terus menasihatiku untuk berubah. 
Lalu aku menggerutui mereka.
Lalu setuju dengan mereka.
Lalu ingin berubah.
Tetapi aku tak mampu betapapun aku telah berusaha.
Yang paling menyakitkan, sahabat terdekatku pun terus mendesakku untuk berubah. Aku pun merasa tak berdaya dan terperangkap.
Sampai suatu hari, seseorang berkata:
"Jangan berubah! Aku mencintaimu apa adanya."
.
.
.
.
.

terharu
Kata-kata itu berbunyi merdu di telingaku...

Jangan berubah.
Jangan berubah.
Jangan berubah.
Aku mencintaimu apa adanya...

Aku menjadi rileks. Aku mulai hidup. Dan, tiba-tiba... AKU BERUBAH!
Kini aku tahu, bahwa aku tidak dapat benar-benar berubah, sampai aku menemukan seseorang yang mencintaiku apa adanya, entah aku berubah atau tidak.

-------

Penasaran ini cerita siapa? Pastinya bukan kisah hidup gue. Cerita ini gue temukan di sebuah buku yang dipinjemin seorang teman, judulnya Kicauan Burung, ditulis oleh seorang pastur bernama Anthony de Mello (dan sampai sekarang bukunya belom gue balikin karena bacanya kelamaan saking lemotnya - bukunya berat banget tjoi, dan fyi ini bukan buku khusus buat orang kristen aja lho, topiknya spiritualitas secara umum, recommended banget!). Uniknya, momentum gue membaca kisah ini ketika awal tahun, pas banget di saat-saat gue mulai memahami dan merasakan limpahan cinta yang super keren banget. Cinta sejati gue banget deh! Siapa dia? Siapa lagi kalo bukan Tuhan! #asik Di bagian terakhir kisah di atas, tertulis:

"Inikah caramu mencintaiku, Tuhan?"


Which sounds really really beautiful to me. Ternyata ini lho definisi cinta yang mengubahkan. Gue baru bener-bener paham apa yang gue alami di momen itu. Akhir tahun 2015 sampai awal-awal tahun 2016 gue bener-bener membuka dan mendekatkan diri gue lagi ke Tuhan. Berawal pertengahan 2015 dari temen gue yang tiba-tiba deket sama Tuhan dan dia bilang hal itu menghilangkan kekhawatiran dan insecurities dia. Keren banget nggak sih? Buat orang yang kelewat insecure dan full of anxieties kayak gue tentunya bikin jadi bener-bener mupeng, pengen tau banget caranya. Padahal kayaknya gue dulu sempet lebih aktif kegiatan keagamaan daripada dia kok gue gak pernah ngerasa gitu ya?
hmmm?
Singkat cerita, gue desperate "pengen banget dong, Tuhan, kayak gitu juga..." Gue butuh turning point, motivasi diri gue buat berubah bener-bener nggak cukup. Gue lelah pura-pura nggak peduli sama semua kritik orang ke gue, gue lelah sama diri gue yang sebenarnya nggak suka sama diri gue sendiri, gue lelah dan frustasi banget sama semua orang dan diri gue pokoknya. Hari-hari gue banyakan sedihnya daripada senengnya. Sumpah deh. Hahaha. Tapi percaya atau ngga, beberapa saat kemudian, Tuhan kasih gue "turning point" itu.

Hanya dalam jangka waktu kurang lebih 1 minggu, hidup gue yang kebanyakan air matanya #lebay #tapiserius berubah 90 derajat (belom nyampe 180 derajat sih, tapi lumayan kan wkwk) cuma gara-gara satu film. Film?? IYAAA! Ini bocoran film yang gue tonton:
The Little Prince
Gue nonton film ini sendirian pas weekend, di mana banyak banget anak-anak kecil yang nonton sama emak bapaknya hahaha. Seperti biasa, gue selalu ambil spot yang paling sepi. Dan gue bersyukur banget sih nonton ini sendirian. Gue jadi bener-bener fokus sama moral ceritanya dan gue puas mewek. WKWK. Kayaknya ini satu-satunya film yang bikin gue nangis lama banget deh cuma gara-gara gue tersodok sama kata-katanya yang ngena banget. Keluar-keluar bioskop muka gue uda beleberan kemana-mana. hahahaha. Dan ajaibnya, pola pikir gue langsung berubah! Jadi ini lho sebabnya orang bilang kalau kita bisa merubah hidup cuma dengan merubah pikiran.

Terus? Apa hubungannya sama kasih Tuhan? Jadi, setelah pola pikir gue berubah itu, gue mulai melunak, gue lebih terbuka sama Tuhan, dan pemahaman gue tentang hidup juga semakin baik yang pada akhirnya membukakan jalan banget buat gue untuk merasakan rasa cintaNya ke gue dengan sensitivitas yang lebih. Akhir tahun 2015 gue membuat komitmen untuk kembali aktif di komunitas gue (KTM) dan sepanjang gue aktif itu banyak banget orang-orang dan momen-momen yang membuat gue semakin merasa dicintai sama Tuhan, dicintai tanpa batas gitu deh. Seancur-ancurnya gue, gue tetep disayang. Siapa sih yang nggak seneng? Di situlah proses perubahan gue penuh (jadi bener-bener 180 derajat hihihi) Hidup gue bener-bener dipenuhi sukacita! Insecurites? Anxiety? Udah jarang banget sumpah deh, bahkan gue lupa terakhir kapan... wkwkwk.
wkwkwkwk
Inti dari post ini gue pengen sharing aja sih hihihi. Karena ini topik yang gue sukai dan bermakna juga untuk gue ungkapkan ke semua orang, walau sebenarnya keseharian gue ngga religious sama sekali... Hahaha. Semoga berguna buat kalian-kalian yang baca yaaa. Nantikan post seru selanjutnya minggu depan! ;)

You Might Also Like

2 comment

  1. seru dan jadi ingin nonton film tersebut.
    adakah pengalaman pribadi tentang hal itu?
    thank

    BalasHapus