Life

When Insecurities Held Me Back From Smiling

Jumat, September 16, 2016

HOLAAAA! Kangen banget nulis blog lagi setelah lama mengurusi banyak hal yang perlu diurusin. Bahkan setelah sibuknya kelar, gue entah kenapa tetap menyibukkan diri dan menelantarkan blog ini. Tapi, ini saatnya menghidupkan blog ini lagi dan menyelesaikan berbagai posting yang belum kelar. Oh yaaa, I want to say thanks to people who keep visiting my blog eventhough there's no updates! Gue kira visitors blog ini akan 0 terus setiap hari, tetapi ternyata tetep ada yang berkunjung, senangnyaaa... Oke, sebelum lebih melantur kemana-mana, ayo kita mulai pembahasan topik kali ini: Senyuman!


Jadi beginilah kisahnya. Ketika gue kelas 6 SD, gue mengikuti retret wajib yang difasilitasi sekolah. Walau udah terjadi lebih dari 10 tahun yang lalu, gue inget banget dengan satu kalimat yang terlontar dari salah satu pembicara di sana:

"Cukup dengan tersenyum, kamu bisa jadi berkat buat orang lain."

Dari sejak kecil, gue memang punya kemampuan berpikir yang cukup oke (read: born overthinker). Gue terus menerus mengulang kalimat itu di otak gue dan bener-bener bertekad untuk sering-sering tersenyum. Sempet... Tapi tunggu! Gak segampang itu! Puberty kicked in! Gue mulai terlalu sadar dengan diri sendiri, mulai gak pede, dan selalu takut dengan pemikiran orang mengenai gue. Gue pasti gak mau senyam-senyum terus dan dianggep gila, kan? Gue harus poker face supaya lebih kewl istilahnya. Hahahaha.

Bukan cuma itu, gue mulai menemukan kekurangan-kekurangan dari diri gue yang membuat gue menahan diri untuk tersenyum lebar. Berikut hal-hal yang gue benci pernah tidak gue sukai dari senyuman gue:

Bagaimana pipi gue ikutan semakin lebar ketika gue senyum...

Ya begitulah, apalagi setelah gue menggendut dan gamau terlihat makin chubby gara-gara gue senyum lebar-lebar. Gue selalu hanya tersenyum kecil seala kadarnya. Hahahaha


My teeth gap!!!

Tadinya gue juga gak gitu sadar, sampai suatu hari gue memperhatikan foto gue lagi senyum dan... Gila, jelek banget! Emang sih banyak model yang punya teeth gap, bahkan ada yang operasi buat bikin teeth gap. Tapi tetep aja gue gak suka! Gue juga bukan model yang eksotis gitu kali. Makanya gue mulai menahan diri untuk senyum serapet-rapetnya aja biar gausah keliatan gigi. Stupid me.


And my not-so-white teeth!

Kalo ini sih keturunan, emang gue sekeluarga gak ada yang giginya putih. Katanya sih malah lebih kuat ya giginya kalo misalnya gak putih-putih amat. Jujur, gue nggak terlalu sebel juga dengan warna gigi gue. Tapi ya pastinya mengandai-ngandai kalo gigi gue putih cemerlang kayak di iklan-iklan pasta gigi pasti lebih bersinar senyuman gue *cring* HAHAHA.


Kira-kira ketiga hal itulah yang membuat gue lebih reluktan untuk tersenyum lebar. Walau kadang ketika lagi senang-senangnya pastinya gue lupa untuk senyum kalem. Hahaha. Ada seorang sahabat gue yang gue kenal sejak awal kuliah (Hai, Cello!), gue gak tau dia inget apa engga, tapi dia beberapa kali bilang ke gue kira-kira begini:

"Ge, senyumnya keliatan gigi dong!!"

Tentu saja gue gak pernah dengerin dia *rebel* karena bagi gue, gue bakal keliatan jelek kalo senyum lebar gitu, jadi untuk bertahun-tahun gue tetap hanya tersenyum kecil kalau difoto. Dan kalaupun seneng banget dan ketawa lebar seringnya gue tutup-tutupi.

Dan siapa sangka sekarang gue malah suka banget sama senyuman gue sendiri?!

Kok bisa?? Rahasianya bukan karena gue pernah pake behel setahun (dan pada akhirnya setelah lama lepas teeth gap gue kembali lagi), bukan juga karena gue mutihin gigi (karena emang gue kepengen tapi belom kesampean aja), tapi karena gue sadar akan sesuatu yang penting banget! Mau tau?? Jadi... Gue sadar kalau ketika gue senang, bahagia, dan tersenyum, gue nggak perlu nahan diri, just live the moment! Ekspresikan apapun sejujur apa yang gue rasakan, as simple and as natural as that!

Tapi, gimana kalo kita lebih sering sedih daripada seneng? Nah ini dia problema yang hampir dialami semua orang dan sepertinya sulit untuk diperbaiki kecuali kita merubah mindset kita. Gue nggak selalu bahagia pastinya, tapi hidup gue jauh lebih bahagia daripada hidup gue di masa lalu. Tunggu rahasia bahagia Gege di blogpost lainnya! (yang gatau akan kapan dipublish hahaha)

Untuk mengakhiri, mungkin ada beberapa yang pernah denger quotes ini:

Yes, I have a huge faith in this Audrey Hepburn's statement! Ketika gue disuruh memilih antara foto gue yang terlihat bahagia dan foto gue yang terlihat cantik, tanpa pikir panjang gue pasti bakal pilih yang bahagia. (Ya kalau keliatan bahagia terus cantik pula, jackpot banget pasti langsung gue post sosmed WKWK). Setelah pikiran gue terbuka, gue mulai menyadari keindahan yang selama ini nggak terlihat, sesuatu yang jauh lebih esensial daripada kecantikan fisik semata. Gue gak tau apakah ada banyak orang di luar sana yang mengalami insecurities yang paling nggak mirip-mirip gue, tapi... Percaya sama gue, saat lo bahagia dan tanpa ragu mengekspresikannya, you will shines! Your aura will never lie! Be free! Don't let you hold back you!

P.S. Gue merasa postingan kali ini super berantakan, dan mungkin ke depannya juga bakal banyak postingan amburadul di blog ini. Jujur, otak saya juga nggak teratur soalnya. Nama blognya aja Gegegila!, jadi mohon dimaklumi yaaaa! Hahaha. XOXO.



You Might Also Like

3 comment